HC – Kemarin lagi jalan-jalan ke MOI (Mall Of Indonesia) di daerah Kelapa Gading, iseng-iseng lihat-lihat film DVD bajakan. Sebenarnya gak ada niat untuk beli film DVD, tapi mata gue tertuju ke salah satu judul film, 2012. Kata orang film itu mengisahkan tentang tragedi kiamat yang melanda bumi.
Memang sih, sejak beberapa tahun terakhir orang-orang ramai memperbincangkan ramalan Suku Maya tentang dunia yang akan berakhir di penanggalan kuno mereka, yakni 21 Desember 2012. Tapi terus terang, gue sebenarnya kurang suka dengan film-film seperti itu, karena gue lebih tertarik dengan film-film aksi laga. Tapi, apa salahnya sih di coba, soalnya penasaran.
Sory, Bukan bermaksud apa-apa nih gue beli DVD bajakan, soalnya mau nonton di bioskop-bioskop yang memutar film itu antriannya panjang banget. Mau pesan tiket juga gak bisa, kata mbak yang jual tiket gue harus datang sendiri ke gedung bioskopnya, soalnya tiket pesanan sudah habis semua. (he..he..he.. pinter banget ngeles…
)
Ceritanya bermula dari penelitian ilmuwan di India, Dr Satnam Tsurutani yang menemukan bahwa inti bumi terus memanas. Satnam mengundang sahabatnya sekaligus ilmuwan Amerika, Dr Adrian Helmsley, untuk datang melihat penelitian tersebut. Adrian terkejut melihat inti bumi yang terus memanas. Peningkatan derajat panasnya pun terus naik dengan cepat. Adrian buru-buru kembali ke Amerika untuk bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser. Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespons.
Adegan lalu berlanjut ke pertemuan G8. Di sini, Presiden Amerika Thomas Wilson, menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.
Memasuki 2012, pemerintah semakin sibuk melakukan persiapan penyelamatan manusia dari musibah yang dipercaya sebagai kiamat. Sementara itu, di lain tempat digambarkan seorang penulis buku Jackson Curtis datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis, untuk menjemput anak mereka, Noah dan Lily, berkemah.
Setibanya di lokasi perkemahan Yellowstone, Jackson ingin menunjukkan danau tempat keluarga ini dulu sering berkemah ketika belum bercerai. Sayang, di depan jalan masuk ke danau terpampang larangan memasuki area. Jackson dan dua anaknya nekat menerobos masuk dan rupanya danau itu lenyap karena proses pemanasan bumi.
Di lokasi perkemahan itu, Jackson bertemu Charlie Frost, seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Berkat Charlie, Jackson tahu bahwa bumi terancam musnah. Jackson pun diberi bocoran oleh Charlie, ada sebuah peta berisi kapal yang dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran bumi.
Ketika pulang dari perkemahan, Jackson kembali bekerja kepada bosnya, Yuri Karpov. Jackson diminta mengantar dua anak kembar Yuri, Alec dan Oleg ke bandara. Jackson mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat ketika dia menyaksikan jalan yang dipijaknya di bandara terbelah karena gempa. Jackson lalu menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya dengan bayaran jam tangan mahal miliknya.
Jackson yang ngebut mengemudikan limusinnya menuju rumah Kate di Pasadena, California, nyaris terlambat. Rumah Kate yang dihuni bersama anak mereka dan pacar Kate, Gordon Silberman, nyaris hancur karena gempa.
Jackson mengemudikan mobil berusaha menghindari jalanan yang amblas akibat gempa. Bangunan semua hancur, rontok berkeping-keping. Jalan layang roboh dan amblas ditelan bumi.
Jackson, Kate, Noah, Lily, dan Gordon berhasil mencapai bandara. Sayang, pilot yang disewa itu tewas karena gempa. Jadilah Gordon yang baru belajar mengemudikan pesawat kecil, dipaksa menjadi pilot dadakan. Pesawat kecil itu hampir jatuh ke dalam perut bumi karena landasan pacu terbelah. Akhirnya, mereka selamat. Dari dalam pesawat, mereka menyaksikan daratan merangsek masuk ke dalam laut seperti piring makanan yang dicelupkan ke dalam bak air.
Di lain tempat, Dr Adrian dibuat terkejut dengan derajat panas bumi yang terus naik dalam hitungan jam. Kiamat yang diperkirakan masih jauh, ternyata tinggal beberapa hari lagi. Upaya penyelamatan mulai dilakukan pemerintah. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi. Thomas memutuskan tidak ikut naik pesawat menuju China, tempat disediakannya ‘Bahtera Besi’ yang dapat menyelamatkan manusia.
Thomas bersama stafnya masih sempat mengunjungi korban gempa yang dirawat di area terbuka. Saat itulah gempa berkekuatan besar kembali mengguncang. Setelah gempa reda, apa yang dilihat Thomas sungguh mengerikan. Di kejauhan ombak laut terlihat bergulung-gulung ribuan meter tingginya. Kapal perang Amerika, John F Kennedy, yang luar biasa besar seolah dimuntahkan dari laut dan jatuh menimpa Thomas dan korban lainnya.
Gambaran betapa dahsyat dan mengerikannya kiamat tak berhenti sampai di situ. Adrian yang berada di pesawat evakuasi menuju China menyaksikan dari layar pemantau bahwa gempa besar hingga 9 Skala Richter lebih menimpa berbagai belahan bumi. Itu disusul dengan terjangan tsunami di mana-mana. Bisa ditebak, bumi mengalami kehancuran total.
Bahkan, lempeng Pasifik runtuh. Kutub Selatan pun bergeser ribuan mil jauhnya. Pegunungan Himalaya juga berubah, tak lagi menjadi puncak tertinggi dunia. Posisinya digantikan Cape of Good Hope di Afrika.
Singkat cerita, Adrian dan staf kepresidenan tiba di China untuk naik ke kapal besar yang disebut ‘Bahtera Besi’. Warga biasa yang hendak naik pesawat ini sudah memesan kursi dari jauh-jauh hari dengan harga 1 juta euro per orang.
Jackson dan keluarganya berhasil mencapai Bahtera Besi di China. Mereka masuk ke kapal sebagai penumpang gelap dengan dibantu sebuah keluarga China yang baik hati.
Kendala terjadi. Proses penyusupan mereka kurang lancar. Gordon tewas karena mendadak pintu gerbang kapal membuka. Ketika hendak tertutup lagi, pintunya macet gara-gara ada kabel yang menghalangi. Kapal tidak akan bisa jalan jika pintu belum menutup sempurna. Sementara kru kapal berupaya mencari penyebab macetnya pintu, China dilanda tsunami maha dahsyat yang menenggelamkan semua yang ada di daratan. Kapal itu terombang-ambing arus dan akan bertabrakan dengan gunung es.
Di sini, Jackson beraksi sebagai sang pahlawan. Dengan dibantu anaknya yang masih kecil, Noah, Jackson turun ke bagian bawah kapal yang telah terendam air. Dia akhirnya berhasil memutus kabel yang menghambat pintu kapal.
Seperti film-film Amerika lainnya, ketika Noah berhasil meloloskan diri dari pintu tersebut, Jackson tidak ada. Kate, Noah, dan Lily menangis meratapi Jackson yang dikira tewas. Akhirnya, Jackson muncul. Mesin kapal pun berhasil dinyalakan dan kapal melaju.
Setelah dirasa aman, pintu geladak kapal dibuka. Terlihat pemandangan hanya air di mana-mana. Tidak ada gedung, tidak ada rumah, tidak ada makhluk hidup selain mereka yang di kapal.
Nah, menurut gue, kalo memang mengisahkan tentang kiamat, kenapa masih ada manusia yang masih hidup? Seharusnya, menurut Al-Qur’an yang namanya kiamat kubro (besar) itu datang, niscaya tidak ada satu pun makhluk hidup ciptaan Allah yang bisa melarikan diri. Sedangkan di film itu ending-nya hanya orang-orang yang berada di dalam kapal besar itu yang hidup.
Film itu juga sepertinya agak sedikit mengikuti kisah Nabi Nuh AS. Yang mana sebelum terjadi bencana besar yang menimpa kaumnya, beliau sudah mempersiapkan kapal untuk mengangkut para pengikutnya.
Sama sperti di film ini, sebelum terjadinya bencana yang katanya kiamat, Amerika sudah mempersiapkan beberapa buah kapal besar yang di sebut ‘Bahtera Besi’ untuk mengangkut para warga dunia.
Jadi, Amerika seolah-olah adalah Nabi Nuh-nya ???!!
Huuuu…..!!! lagi-lagi Amerika menjadi bak ‘hero, sang penyelamat’.






7ibbfI cawljgmkhdwr
Super jaezzd about getting that know-how.
Slam dunkin like Shqaiulle O’Neal, if he wrote informative articles.
It’s spooky how clever some ppl are. Thnaks!
Grade A stuff. I’m unqeustionbaly in your debt.
dD3HJc usykaevsgyxl
TYC8P0 , [url=http://yrgdbtzguxqe.com/]yrgdbtzguxqe[/url], [link=http://hqgimuzbeyrh.com/]hqgimuzbeyrh[/link], http://tgthrglzmhoi.com/
x95F0H , [url=http://qvoelpxumfsj.com/]qvoelpxumfsj[/url], [link=http://wwjyiibqawqg.com/]wwjyiibqawqg[/link], http://bsjorxbzhklh.com/
IJWTS wow! Why can’t I think of thigns like that?
[...] – Masih ingat dengan film 2012 ? Itu lho, film hasil karya Roland Emmerich yang mengisahkan tentang kehancuran bumi atau kiamat [...]
Kewl you sholud come up with that. Excellent!
This piece was cogent, well-witertn, and pithy.
A wonderful job. Super helpful inforamtoin.
I’m not easily iprmessed. . . but that’s impressing me!
I ralely needed to find this info, thank God!
Kewl you sohuld come up with that. Excellent!
Hey, good to find someone who aegers with me. GMTA.